Bahagia Itu Simple
Sering kali kita berusaha tampil semaksimal mungkin di hadapan orang lain. Kita memperhatikan kritikan mereka, dan kita juga peduli dengan cacian mereka. Dan kita peduli dengan itu semua. Sehingga kita pun melakukan berbagai cara agar bisa sempurna di hadapan orang lain. Lantas ketika kita sudah sempurna. Yakin masalah sudah selesai ? Gak akan. Masalah kita gak akan pernah selesai. Orang yang benci kepada kita akan terus mencaci dan kita masih saja peduli. Padahal, orang terdekat kita memuja-muja kita. Ingin langsing harus rela diet. Ingin cantik harus beli kosmetik mahal. Dan kita berjuang mati-matian untuk itu. Apakah salah ? Gak salah. Tapi hidup Anda tidak bahagia lagi. Kenapa ? Karena kita tidak jujur dengan diri kita. Kita tidak menemukan panggilan hidup dan kita hanya peduli pada omongan orang. Kita ini manusia, bukan sebuah produk yang harus mendengar setiap keluhan customer agar terus sempurna. Melakukan kesalah itu wajar (kalau sekali). Kalau sekali-sekali salah, sekali-sekali salah itu baru gak wajar. Intinya, hiduplah untuk orang-orang disekitarmu. Ingat ! Cukup di sekitarmu. Bersikaplah bodo amat ketika ada yang mencaci maki hingga membully. Mereka cuma cari perhatian kok.

Comments
Post a Comment