Gak semua hal yang AI lakukan bisa memuaskan manusia
Mungkin banyak di antara
kalian yang pernah mendengar atau pernah menonton serial berjudul Black Mirror.
Banyak hal yang sangat luar biasa di Black Mirror, salah satunya di episode
berjudul Be Right Back. Saya gak akan bercerita banyak tentang filmnya,
silahkan tonton sendiri. Yang saya ingin bahas adalah tentang Artificial
Inteligence yang menjadi topik di episode tersebut.
Jadi inti ceritanya seperti
ini, seorang istri harus merelakan kepergian suaminya yang meninggal akibat
kecelakaan. Padahal si istri sedang berbahagia karena hamil. Beberapa hari
setelahnya dia mendapat kiriman dari temannya, yakni sebuah boneka yang tidak
biasa. Boneka tersebut bisa hidup persis seperti manusia asli. Ini jelas bukan
robot, dan tentu jika apa yang digambarkan di episode ini benar-benar terjadi
di dunia nyata, tentu akan sangat menakjubkan sekaligus mengkhawatirkan.
Di hari-hari pertama si wanita
senang karena bisa bertemu suaminya lagi walaupun dalam bentuk lain. Si wanita
setiap hari memberikan memori untuk si boneka dengan menceritakan
pengalaman-pengalaman mereka berdua. Tentu seperti itulah cara kerja AI, mereka
juga harus belajar. Bedanya mereka belajar lebih cepat dari kita. Lanjut ke
cerita, si wanita semakin lama merasa ada yang berbeda. Dia merasakan sosok
suaminya kembali tapi ia tidak merasakan hati suaminya yang asli di sosok itu. Pada
akhirnya si wanita ingin si boneka bunuh diri namun selalu gagal karena hati
kecil si wanita berkata tidak.
Jadi intinya, AI dapat
membantu pekerjaan kita jauh lebih cepat, lebih baik, lebih mudah. Namun ada
beberapa hal yang tidak dapat mereka berikan, yakni sisi empati dan emosional
manusia. AI sangat tidak cocok untuk pekerjaan seperti customer service, karena
secepat apapun mereka mencari algoritma yang tepat atas suatu permasalahan,
mereka tidak akan peduli dengan perasaan customer yang mungkin marah atau
sedih. Karena yang hanya bisa mereka lakukan adalah menyelesaikan masalah. Jadi
jangan khawatir AI akan menggantikan manusia. Karena kita tetap akan jauh lebih
baik dari mereka.

Comments
Post a Comment