Kata orang kerja sesuai passion itu enak. Emang iya ?


Passion passion passion, semua orang ngomongin passion. Sepenting itukah sebuah passion harus ada di kehidupan kita ? Yuk kenalan lebih dekat sama passion.
 
Passion itu sesuatu yang kita perbuat dengan senang hati, sukarela, dan tidak membuat kita terbebani ketika melakukannya.

Ibaratnya sama seperti ketika orang (terutama cowok nih) jatuh cinta, ia akan melakukan apa pun demi orang yang dicintainya walaupun berbagai rintangan menghadang. Misal ketika hujan deras disertai angin kencang dan petir yang terus menyambar-nyambar. Tiba-tiba ada WA dari gebetan (uhuyy) minta tolong jemputin dari kampus. Tahu sendiri kan rasanya gimana. Secara otomatis si pria tersebut gak akan pikir panjang walau ujung-ujungnya cuma PHP in:(

Sama seperti passion, ketika kamu melakukannya, kamu pasti tidak peduli rintangan apa pun yang menghadang. Punya passion fotografi, di jalan tiba-tiba melihat ada tornado. Tak peduli pada keadaan sekitar ia pasti akan mati-matian untuk mendapatkan foto tornado itu walau harus membahayakan dirinya.

Contoh lain ketika seseorang punya passion bikin video di youtube, ia tidak akan peduli berapa viewernya, berapa subscribernya, dan berapa likenya. Karena ia melakukan itu bukan untuk tuntutan mencari uang, melainkan tuntutan dari dalam diri untuk melakukan passion tersebut.

Bahagia walau gak dapat sesuatu. Ketika mendapatkannya, sesuatu itu yang akan bekerja untuk kita. Itulah enaknya kerja sesuai passion.

Lalu, gimana sih caranya memilih passion atau cara untuk mengetahui passion kita itu apa. Sederhana saja, secara tidak langsung sejak kecil setiap dari kita punya passion yang terkadang tidak kita sadari. Misal suka rakit-rakit lego, atau coret-coret di tembok. Jika itu diteruskan hingga besar, itu bisa menjadi passion yang bisa membantunya dalam berkarir.
Tetapi masih banyak anak muda yang masih bingung passionnya apa. Mengapa ?

Belajar itu penting. Tapi untuk apa mempelajari bulan jika kita tak pernah kesana ?

Intinya semakin banyak ilmu yang kita pelajari, kita akan semakin bingung mau memilih yang mana, dan ujung-ujungnya gak ada satupun yang menonjol.

Jangan lakukan everyting untuk menjadi something. Ujung-ujungnya pasti nothing.

Jadi, eliminasilah apa yang benar-benar kita tidak suka. Misal tidak suka atau tidak tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan menyanyi, menggambar, dan olahraga. Ya kita tidak usah mempelajari tiga kemampuan tersebut. Kita coba hal lain, kemudian kita persempit lagi dengan mengeliminasi apa yang kita tidak suka selanjutnya. Nantinya lama kelamaan kita akan tahu apa yang benar-benar kita sukai dan kita tidak merasa terbebani akan hal tersebut.

Comments

Popular Posts